Home Teknologi Sains Apakah Bumi Punya Pelindung Terhadap Asteroid?

Apakah Bumi Punya Pelindung Terhadap Asteroid?

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Jika bumi yang terkena oleh sebuah asteroid besar ( yang disebut dengan istilah Near Earth Object Neo ) dalam waktu dekat adalah relatif kecil. Jika asteroid jatuh ke bumi dan ternyata bumi tidak memiliki pelindung, bisa dibayangkan ancamannya bisa serius sebagai bencana global. Namun itu semua sebenarnya dapat dicegah.

Dari pelacakan lewat teleskop yang dilakukan Badan Antariksa Amerika Serikat NASA ditemukan sekitar 19,500 titik yang berukuran 100 – 1000 meter. Bahkan hal itu bisa lebih dalam waktu ke depan, belum lagi jika ada potensi tabrakan dalam satu lintasan asteroid sehingga bumi ini memang rentan terhadap benda-benda angkasa.

Pelindung Neo

Proyek NEOShield adalah upaya internasional yang dipimpin oleh Jerman Space Agency's atau Institut Penelitian Planet di Berlin, dengan bantuan dari para ilmuwan di seluruh Eropa, Rusia dan Amerika Serikat.

Ada 3 metode yang saat ini diyakini bisa melindungi bumi, yaitu :

Kinetic Impactor : Misi ini terlihat seperti NASA dengan Misi 2005 lalu, atau Misi Don Quijote-nya Eropa yang dirancang tetapi tidak pernah diluncurkan. Namun misi Kinetic ini menggunakan sebuah pesawat ruang angkasa Shepherding yang melepas sebuah impactor untuk menyerang batuan besar atau komet. Dari gerak batuan atau komet itu dapat diketahui apakah mengarah ke bumi atau tidak dan bisa pula diarahkan menjauh dari bumi. “Jumlah batuan yang cukup besar dapat mempengaruhi kerja Neo Shield ini,”kata Prof Harris, salah satu pakar peneliti di lembaga itu. “Tapi itu tergantung karakteristik jenis asteroidnya. Apakah permukaan seperti berpori atau padat ini? Dan itu bisa dilihat dari pesawat yang membawanya.”

Metode kedua adalah Gravity Tractor. Ini menggunakan pesawat ruang angkasa yang mendekat ke objek target dan menggunakan ion thruster untuk menjaga pemisahan antara keduanya. Karena gaya tarik gravitasi antara wahana dan NEO,digunakan untuk menarik asteroid atau komet dalam lintasan. Kata Prof Harris, tidaklah mudah karena thruster tersebut akan terus bekerja untuk waktu yang dibutuhkan - satu dekade atau lebih? Apakandala teknis.  Dalam metode ini, efeknya kecil, tapi jika bekerjaanya dalam waktu setahun atau puluhan tahun bisa dibuktikan secara efektif.

Apa yang dapat dipelajari tentang asteroid, bahwa benda-benda itu tidak semua sama. jenis batu-batu yang berbeda diperlukan juga pendekatan yang berbeda.

Dan metode ketiga adalah metedo yang sering dibahas yaitu Blast Deflection atau 'ledakan defleksi'. Cara ini dengan meledakan nuklir di bagian permukaan atau bagian dalam batuan.

 Metode yang berbeda mungkin bekerja dengan baik dengan berbagai jenis asteroid, sehingga menentukan apa yang perlu diketahui untuk mengatasi ancaman asteroid yang jatuh ke bumi.

 

sumber : treehugger.com

 

Add comment