Home Berita Terkini 16 Warga Lokal Lokal Menerima Penghargaan ‘Penjaga Alam’

16 Warga Lokal Lokal Menerima Penghargaan ‘Penjaga Alam’

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Sebanyak 16 warga lokal menerima penghargaan ‘Penjaga Alam’ dalam memimpin dan menjalin kerjasama guna menjaga Tanah Air Indonesia. Mereka adalah Alimun, Ahina Boka, Rusmin Balitu dan Tomus B. Lage dari Lore Lindu, Sulawesi Tengah, Yatim dari Wehea, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Jiu Nak Long dari Berau, Kalimantan Timur, Nelwan Watem dan Rajak Umkabu dari Kofiau, Raja Ampat, Papua Barat, Anak Agung Ngurah Agung dan I Wayan Suarbawa dari Klungkung dan Nusa Penida, Bali,o   Anna Salean dari Nusa Tenggara Timur, Wa Ode Masrinta dan La Wiu dari Tomia, Wakatobi, Sulawesi.

Mereka diberi penghargaan karena upaya mereka menjaga dan melestarikan alam di sekitar mereka baik di hutan dan air. Pemberian penghargaan itu menjadi bentuk penghargaan dari lembaga lingkungan The Nature Conservancy yang keberadaannya di Indonesia 20 tahun dalam bermitra konservasi di Indonesia. Penyerahan penghargaan ‘Penjaga Alam’ dilakukan bersama oleh Kementerian Kehutanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada individu dan masyarakat yang telah membuktikan kepemimpinan dan dedikasi terhadap konservasi di seluruh kepulauan Indonesia.

TNC sendiri memulai kemitraan dengan Pemerintah Indonesia dengan pengenalan perencanaan pengelolaan partisipatif di Taman Nasional Lore Lindu dan Komodo berturut-turut di tahun 1991 dan 1995. Tantangan utama pada saat itu adalah pembalakan liar, pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak lestari dan persepsi bahwa konservasi bertentangan dengan pembangunan ekonomi.

“Pada saat TNC memulai kerja di negeri ini 20 tahun yang lalu, pengelolaan sumberdaya alam secara kolaboratif sepertinya masih jauh dari jangkauan. Sekarang bagian dari rancangan pekerjaan kami turut menjadi bagian kebijakan pemerintah dan praktek bisnis yang berkelanjutan” ucap Arwandrija Rukma, Kepala Perwakilan TNC Indonesia. “Dari semua hal yang kami alami selama ini, pembelajaran yang penting dari semuanya adalah pentingnya gotong royong,” tambah Arwan, merujuk pada kearifan lokal yang dianut oleh mayoritas masyarakat di Indonesia mengenai bekerja bahu membahu dalam mencapai tujuan bersama.

Selain memberikan penghargaan, dalam acara itu juga dipamerkan sejumlah foto bertajuk, ‘Alam dan Manusia’ yang mendokumentasikan daerah dan masyarakat yang telah bekerjasama dengan TNC.

Last Updated ( Thursday, 23 February 2012 11:15 )  

Add comment