Wednesday, 22 February 2012 09:50
Muhammad Rafi, Kontributor Semarang, Jawa Tengah
KBR68H - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah dalam setahun terakhir jumlah bencana yang terjadi di provinsi mencapai 600 lebih.
Kepala BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana menjelaskan, bencana meliputi kebakaran, banjir, tanah longsor, banjir bandang, kekeringan, hingga letusan gunung merapi. . Berdasarkan Survei indeks kebencanaan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jawa Tengah dinyatakan sebagai provinsi yang paling rawan bencana.
“Paling tinggi kebakaran, terus bencana alam urutannya. Kerugiannya sekitar Rp 600 miliar, seluruh wilayah Jawa Tengah. Kita berusaha untuk mitigasi, pembangunan infrastuktur, sosialisasi kepada warga tentang daerah rawan bencana, pembentukan desa tangguh, pelatihan dan lain sebagainya,” papar Sarwa.
Sarwa Pramana menambahkan, kasus bencana terbanyak terjadi di Oktober hingga Desember . Ia mengimbau masyarakat ikut menjaga lingkungan sekitar agar kerusakan alam yang dapat menimbulkan musibah bisa ditekan seminimal mungkin.