Juru bicara Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Khusaeri mengatakan, untuk menangani ancaman lumpur ini, BPLS telah membuat saluran pembuangan lumpur ke Kali Porong.
“Di luar ada bronjong, terus kita padatkan semua. Jadi ada benteng terluar, tak serta merta hanya timbunan tanah. Dalam konstruksi sipil aman, kecuali tak ada land subsidance atau penurunan permukaan tanah ke wilayah itu. Sekuat-kuatnya pondasi akan bubrah karena tanah ambles,” papar Achmad Khusaeri.
Ia menambahkan, jalan raya Porong terus mengalami penurunan permukaan meski telah dua kali ditinggikan. Hal ini karena kuatnya semburan lumpur, rata-rata volume lumpur yang keluar dari pusat semburan mencapai 10 ribu hingga 15 ribu meter kubik per hari.










