Koordinator Suaka Rhino Sumatera Dedi Chandra mengatakan, kehidupan badak di penangkaran mirip di alam bebas, namun ruang lingkupnya dibatasi pagar listrik. Pemagaran ini juga bertujuan menjamin proses perkembangbiakan hewan itu.
“Kita buat kondisinya mirip di alam. Badak itu hidupnya sendiri-sendiri, tidak bergabung dengan kelompoknya, kecuali saat musim kawin. Pagar ini cukup aman dan terbukti ampuh untuk menghalau gangguan satwa luar,” kata Dedi.
Dedi menambahkan, seekor badak Sumatera yang ada di penangkaran bernama Ratu, berusia 13 tahun, sedang hamil 10 bulan. Kata Dedi, Ratu bisa melahirkan jika mampu melewati tahap usia kehamilan tiga bulan pertama.
Kegagalan perkembangbiakan badak, menurutnya, terjadi karena kondisi habitat yang kurang mendukung dan proses perkawinan yang terlalu lama.










