KBR68H - Ratusan warga pesisir Nusa Tenggara Barat menderita penyakit baru yang diduga akibat pencemaran Laut Timor. Direktur Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni mengatakan, masyarakat mengalami mual dan gatal-gatal dengan tanda bercak merah dan putih di sekujur tubuh.
Kata dia, kondisi ini belum pernah dialami oleh masyarakat di sana. Ferdi menambahkan, warga masih menunggu hasil penelitian dari Rumah Sakit Kupang untuk memastikan penyebab penyakit itu.
“Badannya gatal-gatal merah-merah keputih-putihan seperti itu, seperti kudisan begitu. Namun mereka mengaku penyakitnya sebelumnya tidak ada, namun setelah mereka makan ikan muncul ini. Bila kita lihat berdasarkan pengalaman di Alaska setelah pencemaran itu setelah 2 hingga 5 tahun baru muncul penyakit-penyakit itu,” kata Ferdi.
Ferdi Tanoni mengklaim berdasarkan riset penyakit yang dialami warga mirip dengan yang terjadi didaerah-daerah tercemar lainnya seperti di Alaska, Amerika Serikat maupun di Teluk Buyat Sulawesi Utara. Laut Timor tercemar akibat ledakan kilang minyak Montara pada 21 Agustus 2009 lalu dan hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai proses ganti rugi yang akan dijanjikan perusahaan.










