Memilah sampah bisa dibilang sebuah langkah sederhana yang bisa menjadi awal untuk turut mengatasi masalah sampah di kota Jakarta ini. Namun butuh peran serta yang terintegrasi dari semua lapisan masyarakat, pengelola sampah, dan juga pemerintah.
Kondisi di lapangan yang tidak ideal juga memberikan rasa pesimis pada masyarakat untuk turut memilah sampah. Hal ini terlihat dari respons twitter Sahabat green @greenradiofm.
“Saya tidak ikutan memilah sampah, karena waktu sampah sudah di TPS atau TPA pun akan dicampurkan lagi oleh pengelola sama,” begitu salah seorang pendengar.
Pengelola dan pemerintahnya pun juga harus menyiapkan sistemnya. Tindakan memilah sampah di rumah juga sangat membantu mengurangi beban pengelolaan selanjutnya, kira-kira sampai 60% biaya untuk memilah. Namun pemilahan itu sendiri salah satu usaha dari sistem pengolahan sampah secara keseluruhan. Yang penting pertama kita punya tempat sampah dan harus bersih, kemudian memilah, baru mendaur ulang. Dengan mengolah sampah organik langsung di sumbernya, bisa mengurangi produksi gas metan di TPA.
Selain itu Rahmadi Waluyo, Founder Proyek Sasra Bau, melakukan tindakan nyata untuk mengatasi masalah sampah. Sasra Bau adalah grup pengolahan sampah terpadu, yang juga mengajak keluarga-keluarga di Kerawang untuk mengolah sampahnya sendiri. Mulai dari memilah sampah organik dan anorganik, lalu sampah organik diolah menjadi kompos, dan yang an-organik baru dimasukkan ke TPS. “Milah sampah gampang kok, sediakan saja 2 tempat sampah yang terpisah untuk sampah organik dan an-organik. Lalu setelah itu yang organik kita olah sendiri saja di rumah, jadinya tidak tercampur lagi saat sampai di TPA,” kata Rahmad.










