KBR68H - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengejar perusahaan tambang dan kehutanan nakal yang terbukti merusak lingkungan. Bahkan presiden berjanji akan menyambangi daerah yang mengalami kerusakan lingkungan parah. SBY menegaskan, hukum harus ditegakan terhadap perusahaan-perusahaan itu.
“Sejumlah praktek usaha pertambangan dan kehutanan masih merusak lingkungan. Saya minta lebih keras terhadap usaha pertambangan dan kehutanan yang lalai. Saya akan datang langsung kedaerah yang lingkungannya relatif rusak,” ungkap SBY.
Sebelumnya dilaporkan, 40 persen lahan perhutanan di Jambi sudah rusak. Kerusakan hutan juga menjadi alasan dari bencana Wasior, Papua akhir tahun lalu. Keberadaan hutan di Kalimantan dan Sumatra juga kian tergerus, diganti perkebunan sawit atau usaha olahan hutan lainnya. Pemerintah coba menahan alih fungsi hutan dengan menerapkan moratorium atau jeda tebang.










