Perubahan iklim bisa menyebabkan negara-negara Amerika Latin kehilangan satu persen dari Produk Domestik Bruto setiap tahun. Bencana alam dan cuaca ekstrim bisa mengganggu sistem produksi negara-negara di kawasan itu.
Komisi Ekonomi Amerika Latin (CEPAL) menyatakan, pertumbuhan ekonomi pasti terganggu kecuali masing-masing negara segera menerapkan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Amerika Latin menduduki tempat terendah kedua sebagai kawasan yang menyumbang emisi karbon. Namun menjadi salah satu daerah yang paling rentan terkena dampak cuaca ekstrim, hilangnya keragaman hayati dan tekanan-tekanan sosial lainnya.
Naiknya permukaan laut bisa menghancurkan kota-kota pantai, sementara naiknya suhu hingga tiga derajat celcius akan mengancam spesies flora dan fauna yang ada di hutan Amazon.
Hasil studi terbaru menunjukkan negara-negara Amerika Tengah akan kehilangan 73 miliar dolar dari Produk Domestik Bruto pada 2100 mendatang.
Lebih dari 190 negara terlibat dalam pembicaraan di Cancun, Meksiko. Mereka berusaha mencari kesepakatan perubahan iklim untuk mengganti Protokol Kyoto yang akan berakhir pada 2012.
Sumber: AFP










