DPRD Sidoardjo meminta warga yang masih tinggal di daerah terdampak lumpur Lapindo untuk segera pindah. Ini menyusul semburan gas yang terjadi desa Siring Barat yang melukai dua warga.
Ketua DPRD Sidoardjo Dawud Budi Sutrisno mengatakan, desa terdampak lumpur Lapindo tidak layak untuk dihuni. Karena itu, DPRD bersama Pemkab Sidoardjo, Pemprov Jawa Timur dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoardjo akan menggelar rapat untuk membahas keberadaan warga di daerah terdampak lumpur Lapindo.
“Warga sudah kita anjurkan untuk tinggalkan tempat ini, sudah kita kasih biaya untuk kontrak, tapi mereka setelah terima duit justru tidak pergi juga. Jadupnya sudah ternyata tidak pindah, yang kejadian sekarang ini, kan banyak kasusnya itu,” kata Dawud Budi Sutrisno.
Rabu Dinihari (8/9), dua warga desa Siring Barat Sidoardjo mengalami luka bakar akibat terkena semburan gas di kawasan lumpur Lapindo. Semburan gas terjadi di salah satu rumah warga yang menyulut api dan mengakibatkan kebakaran. Padahal, dalam beberapa waktu terakhir tidak pernah lagi terjadi semburan gas di kawasan sekitar lumpur Lapindo.
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoardjo tengah meneliti penyebab munculnya semburan gas tersebut. Peristiwa ini sempat membuat panik sejumlah warga.










