Kawanan gajah liar dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali merusak tanaman petani di Lampung Timur. Peristiwa ini juga mengakibatkan seorang petani tewas.
Aktivis lingkungan dari Wildlife Consevation Society (WCS) Sugiyo mengatakan, serangan gajah yang mematikan itu terjadi di dusun IV, Desa Tegalyoso, Kecamatan Purbolinggo.
Menurut Sugiyo, warga berusaha mengembalikan gajah-gajah tersebut dari areal perkebunan TNWK dengan membunyikan kentongan. Tiba-tiba gajah mengamuk dan menyerang balik, akibatnya satu orang tewas. Peristiwa tersebut, kata Sugiyo, merupakan yang kedua di tahun ini.
Warga, tambahnya, sudah berusaha membatasi areal jalajah agar tidak masuk ke ladang penduduk. Namun upaya ini perlu didukung pemda setempat agar peristiwa ini tidak terulang lagi.
“Kalau bicara gajah sampai sekarang frekwensi masih tinggi, tetapi ditingkat penanganan oleh masyarakat sudah mulai terbangun, walaupun belum 100 persen. Tetapi sudah ada upaya sampai kesana. Jadi masyarakat sudah berfikir tidak lagi melakukan penggiringan, tetapi lebih pada upaya pencegahan,” kata Sugiyo.
Dia menambahkan, intensitas serangan gajah dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun lalu, kata Sugiyo, serangan gajah ke pemukiman dan ladang penduduk mencapai lebih dari 400 kali.










