Perubahan iklim tidak menyebabkan terjadinya perang sipil di Afrika. Laporan ini mementahkan asumsi sebelumnya yang menyatakan bencana alam seperti kekeringan bisa memicu terjadinya kerusuhan.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di National Academy of Sciences (PNAS) itu menyebutkan, faktor-faktor tradisional seperti kemiskinan dan ketegangan sosial, menjadi faktor utama dibalik meletusnya konflik.
“Perubahan iklim di Afrika tidak terlalu memberi dampak siginifikan pada terjadinya perang sipil,” kata Halvard Buhaug, peneliti senior di Peace Research Institute di Oslo.
Buhaug mempertanyakan hasil riset yang juga pernah dimuat di PNAS, November tahun lalu. Dalam laporan itu disebutkan perubahan iklim menjadi penyebab utama konflik bersenjata di Afrika.
Menurut Buhaug, terlalu awal mengambil kesimpulan seperti itu. Pasalnya, masih variabel lain yang bisa memicu terjadi konflik antar masyarakat. Dia menambahkan, berakhirnya Perang Dingin juga berdampak pada perang sipil di sejumlah negara-negara Afrika.
Meski Buhaug belum yakin adanya hubungan antara konflik dan iklim, bukan berarti upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim tidak penting.
“Adaptasi terhadap perubahan iklim, seperti juga strategi lain yang dilakukan PBB, bisa berdampak positif pada perbaikan sosial dan kehidupan masyarakat,” tegas Buhaug.
Sumber: BBC News










