Status awas Gunung Sinabung di Sumatera Utara tidak akan diturunkan hingga beberapa hari mendatang. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Priyadi Kardono mengatakan, kondisi gunung yang sulit diprediksi menyebabkan badan vulkanologi tetap memberlakukan status awas pada gunung tersebut.
Petugas BNPB dilokasi pengungsian hanya memperbolehkan warga mengecek rumahnya atau ke ladang pada siang hari. Hal ini berlaku bagi warga yang bermukim di radius 4 kilometer atau lebih dari puncak gunung Sinabung. Pasalnya semburan material gunung mencapai 2 kilometer dari puncak gunung.
“Letusan masih belum bisa diketahui karakteristik gunung ini. Ini masih belum ketauan. Jadi agak sulit juga. Yang pertama setelah meletus agak mereda, kemudian meletus lagi. Kalau diturunkan status gunungnya masyarakat kembali ke rumah, tapi meletus lagi malah jadi repot,” kata Priyadi.
Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali meletus Jumat pagi (3/9). Akibatnya warga yang sempat pulang ke rumah diungsikan kembali. Asap tebal dan udara dingin masih menyeruak di wilayah sekitar letusan. Ini merupakan letusan ketiga kali dan letusan terkuat sejak gunung ini meletus 29 Agustus lalu. Getaran letusan gunung dapat dirasakan hingga radius 8 KM.










