Home Berita Terkini Facebook Belum Ramah Lingkungan

Facebook Belum Ramah Lingkungan

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  lingkungan Greenpeace meminta 500 ribu pengguna Facebook mendesak situs jejaring sosial itu untuk tidak membeli listrik dari pembangkit listrik tenaga batubara.

Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional Kumi Naidoo mengaku sudah mengirim surat kepada pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Menurut Naidoo, facebook bakal kehilangan reputasi dan pendapatan jika mengabaikan dampak lingkungan dari penggunaan batubara ini. Kampanye ini sudah digalang Greenpeace sejak Februari lalu saat Facebook berencana membangun pusat data di Oregon, Amerika Serikat

Greenpeace menuding perusahaan PacifiCorp yang menangani pusat data ini menggunakan 83 persen listrik dari tenaga batubara. Tapi Juru Bicara PacifiCorp, Tom Gauntt menegaskan pihaknya hanya menggunakan 58 persen batubara. Sisanya adalah dari gas alam sekitar 20 persen serta tenaga air dan energi terbarukan lainnya masing-masing 10 persen.

Sementara Facebook menyatakan pihaknya sudah punya komitmen untuk melindungi lingkungan dan pusat data di Oregon  adalah salah satu yang paling efisien listrik di dunia.

Juru Bicara Facebook, Barry Schnitt mengatakan, perusahaannya memilih lokasi untuk pusat datanya karena bisa menghemat energi. Menurut Schnitt, pernyataan Greenpeace bahwa facebook memilih energi batubara tidak akurat.

Wilayah Prineville, tempat pusat data berada, memiliki suhu yang kering dan sangat dingin pada malam hari. Kondisi ini dimanfaatkan untuk mendinginkan gedung sehingga server yang ada di dalam tidak terlalu panas.

Perusahaan-perusahaan teknologi informasi, misalnya Microsoft, menghasilkan emisi karbon buatan manusia sekitar dua persen. Jumlah ini sama dengan industri penerbangan. Greenpeace memperkirakan industri teknologi mampu mengurangi emisi sekitar 15 persen pada tahun 2020.

Sumber: AP

Last Updated ( Friday, 03 September 2010 11:29 )  

Add comment