Home Berita Terkini Dunia Tidak Serius Lindungi Harimau

Dunia Tidak Serius Lindungi Harimau

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingatkan pemerintahan di seluruh dunia untuk menghentikan perdagangan harimau ilegal jika ingin melindungi satwa langka itu.

Konvensi Internasional mengenai Perdagangan Satwa Langka (CITES) yang tengah bertemu di Doha, Qatar menyatakan jumlah harimau di dunia terus turun. CITES menyatakan, kelompok kejahatan terorganisir memainkan peranan penting dalam perdagangan bagian tubuh harimau, beruang, badak dan gajah. Interpol kini sedang bekerjasama dengan CITES untuk melacak dan menghentikan perdagangan satwa langka itu.

Tahun lalu, Ketua Bank Dunia Robert Zoellick mengatakan, perdagangan satwa langka di pasar gelap mencapai 10 miliar dolar AS per tahun, membuat komoditi ini menjadi yang ketiga terbesar setelah narkoba dan senjata.

Meskipun sudah banyak upaya untuk melindungi harimau, jumlah hewan itu terus menurun diperkirakan saat ini tinggal 3200 ekor yang hidup di alam liar. Selain perdagangan ilegal, keberadaan harimau juga terancam oleh pembukaan hutan untuk pertanian.

“Meskipun harimau telah menjadi simbol penting di banyak kebudayaan dan agama, jumlahnya dari tahun ke tahun terus berkurang dan berada dalam ambang kepunahan,” kata Sekjen CITES Willem Wijnstekers.

CITES menegaskan, badan-badan pemerintah seperti kepolisian dan bea cukai harus meningkatkan upaya untuk memerangi perdagangan satwa ilegal ini.

Operasi Tram, yang dilakukan Interpol dan pihak keamanan dari 18 negara berhasil membongkar perdagangan obat-obatan yang berbahan baku tubuh harimau seharga 10 juta dolar AS.

Harimau, beruang dan badak adalah hewan yang digunakan untuk membuat obat-obatan tradisional.

Sementara itu, World Federation of Chinese Medicine Societies (WFCMS) sudah meminta anggotanya untuk tidak lagi menggunakan bagian tubuh harimau sebagai ramuan obat-obatan tradisional.

“Industri obat-obatan Cina harus mengembangkan riset untuk mencari bahan pengganti yang sama efektifnya dengan produk harimau,” kata Sekretaris WFCMS Huang Jianyin.



Sumber: BBC News

 

Last Updated ( Thursday, 18 March 2010 12:00 )  

Add comment