Home Berita Terkini Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau

Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Kematian ikan di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Sabtu (13/3) jumlah ikan yang mati mencapai 500 ton. Aroma busuk mulai tercium dari kawasan danau itu terutama di Nagari Maninjau dan Nagari Bayur.

Camat Tanjung Raya, Kurniawan Syahputra mengatakan, bau busuk mulai menyebar sementara bangkai-bangkai ikan tidak bisa dikumpulkan karena para petani ikan membutuhkan alat berat.

“Kita sudah coba kumpulkan ikan-ikan itu tapi angin sangat kencang. Kita terus upayakan untuk dikumpulkan dan dikubur. Kita sangat membutuhkan alat berat untuk membuat lubang,” kata Kurniawan Syahputra.

Kematian ikan di Danau Maninjau mulai terjadi sejak 10 Maret lalu. Kematian ini dipicu oleh angin badai dan belerang yang ada di dasar Danau Maninjau. Pada dasarnya, kadar karbondioksida dan amoniak di Maninjau termasuk tinggi. Sementara itu, kadar oksigennya rendah. Kondisi itu membuat air dasar danau benar-benar efektif sebagai senyawa toksin (racun). Ditambah lagi, dasar Danau Maninjau penuh sisa pakan ikan yang sudah terurai menjadi fosfor dan nitrogen.

Peristiwa ikan mati massal, bukan kejadian pertama di Danau Maninjau. Pada Januari 2009, ikan yang mati mencapai 13 ribu ton dengan kerugian lebih dari Rp130 miliar. Sebelumnya, kejadian dalam jumlah cukup banyak juga terjadi pada 1994.

Ikan-ikan yang mati itu berharga mulai dari Rp 13.000 hingga Rp 17.000 per kilogram. Biasanya, ikan-ikan itu dipasok ke Jambi, Sumatera Utara, Riau, dan Bengkulu.

Last Updated ( Monday, 15 March 2010 17:46 )  

Add comment