Intensitas fenomena El Nino atau musim kering panjang di Indonesia diprediksi mulai melemah pada bulan ini dan cenderung akan menurun pada Juni nanti. Terkait dengan itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sri Woro Harijono mengatakan, secara umum musim kemarau di Indonesia tahun ini akan berlangsung normal.
Kata Sri, awal musim kemarau di Indonesia secara umum akan terjadi mulai April, Mei dan Juni 2010. Namun untuk Pulau Flores, Kepulauan Solor dan Alor di Nusa Tenggara Timur, kemarau lebih cepat datang yaitu akhir Maret ini. Sementara di Kalimantan, Sulawesi dan Maluku, musim kemarau terjadi mulai Juli.
“Jadi prediksi El Nino Juni cenderung melemah. Lalu permukaan air laut Indonesia akan menghangat, tidak mendorong massa uap air karena ke arah Pasifik, sehingga akan mengimbangi El Nino yang moderat. Suhu perairan sampai Juni masih hangat, berarti suplai air masih cukup besar, sehingga kondisi musim kemarau kita dapat dikatakan normal,” papar Sri Woro Harijono.
Ia menambahkan, dari prediksi BMKG seharusnya musim kemarau tahun ini tidak akan mengganggu tanaman pangan. Bahkan tahun lalu, kata Sri, ketika fenomena El Nino terjadi sangat kuat di Indonesia, ternyata tidak mengganggu tanaman pangan karena El Nino masih diimbangi curah hujan.










