Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memprediksi puncak dari fenomena alam berupa badai matahari akan terjadi pada bulan Oktober 2013. Prediksi ini diperkuat dengan analisa pakar astronomi dunia yang memperkirakan puncak badai matahari pada pertengahan tahun 2013.
Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa, LAPAN Clara Yono Yantini mengatakan, prediksi itu didasarkan pada peningkatan aktivitas matahari yang menyebabkan peningkatan suhu bumi dan banyaknya jumlah bintik hitam yang terlihat pada permukaan matahari. Menurut Clara, semakin banyak bintik hitam berarti semakin banyak pula ledakan di permukaan matahari.
Kata Clara, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan manusia, tetapi memberi dampak bagi kehidupan seperti gangguan pada satelit dan komunikasi radio.
“Kalau terjadi badai matahari akan banyak sekali partikel bermuatan proton dan elektron yang akan dilontarkan ke ruang angkasa. Dan kalau itu mengenai satelit bisa menyebabkan kerusakan dan menyebabkan gangguan operasional satelit,” ujar Clara.
Clara Yono Yantini menyebutkan, badai ini adalah siklus yang berulang dari aktivitas matahari. Matahari melontarkan miliaran ton partikel, plasma berenergi tinggi dan radiasi gelombang elektromagnetik. Fenomena ini pernah dirasakan di Indonesia pada tahun 2000, 2003 dan 2005.










