Luas hutan di Pulau Jawa dari tahun ke tahun terus berkurang. Dekan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Hendrayanto mengatakan, saat ini tutupan hutan di Jawa tinggal 18 persen. Menurunnya luasan hutan disebabkan alih fungsi hutan menjadi permukiman dan pertanian lahan kering.
Kondisi ini, menurut Hendrayanto, bisa dihindari dengan penerapan kebijakan kependudukan dan pertanahan yang lebih baik.Tren pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, jika terus dibiarkan, bisa makin merusak hutan yang tersisa. Ia menambahkan, hilangnya hutan juga menyebabkan kualitas lahan untuk menunjang fungsi yang baik bagi pengendalian banjir terus menurun.
Berkurangnya areal hutan ini, kata Hendrayanto, disebabkan masih adanya kebijakan dari pemerintah daerah yang tidak mengarah pada upaya mengurangi kerusakan sumber daya alam.
“Misalnya ada kebijakan yang mendukung kepentingan tambang, kepentingan untuk perumahan. Nah, kebijakan-kebijakan ini seharusnya disinkronkan dan mengarah pada bagaimana tata ruang yang baik di suatu pulau,” ungkapnya.
Hendrayanto menambahkan, pemerintah perlu segera memperbaiki aspek manajemen lahan. Hal ini diperlukan untuk menghindari hilangnya asset hutan negara yang saat ini dikelola Perhutani.










