LSM lingkungan WWF Rusia menyatakan dibukanya kembali pabrik kertas di tepi danau Baikal, Siberia akan mencemari salah satu tempat penampungan air terbesar di dunia itu.
Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin bulan lalu memberi izin dibukanya kembali pabrik kertas dan pulp Baikalsk yang sebelumnya ditutup sejak 2008 lalu. Perusahaan itu dimiliki konglomerat Oleg Deripaska.
Perwakilan WWF Rusia Evgueni Schwartz mengatakan, danau itu akan tercemar limbah klorin dari perusahaan itu. WWF dan sejumlah LSM lingkungan lainnya termasuk Greenpeace akan melakukan unjuk rasa Sabtu (13/2) di kota Irkutsk menolak dibukanya kembali pabrik itu.
Schwartz mengatakan, keputusan Putin membuka pabrik yang dibangun di era perang dingin 1966, karena lobi dari Deripaska. Pengusaha itu beralasan, dibukanya pabrik itu bisa menyediakan lapangan kerja bagi 15 ribu warga kota Baikalsk.
Danau Baikal, yang merupakan danau air tawar terdalam di dunia dan masuk dalam daftar World Heritage PBB, memiliki flora dan fauna unik. Sekitar 20 persen air tawar dunia tersimpan di danau itu.
Pabrik itu diperkirakan akan beroperasi secara penuh pada bulan Maret mendatang, kata Marina Rikhvanova, presiden Baikal Ecological Wave.
Tingginya biaya operrasi membuat pabrik itu ditutup pada 2008. Aktivis lingkungan juga mengatakan pembukaan pabrik kertas itu dapat menganggu kegiatan perekonomian seperti turisme dan ekologi.
Sumber: AFP










