Home Berita Terkini Harimau Sumatera di Riau Punah 2015

Harimau Sumatera di Riau Punah 2015

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Departemen Kehutanan akan perketat izin perdagangan  harimau yang masih marak terjadi. Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai komitmen pemerintah dalam rangka melipatgandakan jumlah harimau sampai tahun 2022.

Kata Zulkifli, pihaknya juga akan meningkatkan  kawasan konservasi harimau beserta pemenuhan kebutuhan makanan hewan yang kini tinggal tersisa 300 ekor tersebut.

“Karena di kawasan hutan itu sudah tidak ada lagi makanan atau kawasan konservasi yang cocok untuk harimau. Makanan sudah berkurang, tidak ada lagi. Oleh karena itu, kemarin  kita lepas liarkan di kawasan Tambling, Provinsi Lampung, di kawasan konservasi seluas 60.000 hektar, yang kawasan itu memang memiliki persyaratan yang cukup untuk pelestarian harimau karena rusanya banyak,” kata Zulkifli Hasan.

Sementara itu, keberadaan harimau sumatera di Provinsi Riau diprediksi akan punah paling cepat pada 2015 akibat kehilangan habitat dan perburuan yang hingga kini terus menjadi ancaman utama.

"Dengan kondisi ancaman yang ada sekarang, harimau sumatera di Riau diperkirakan bisa punah paling cepat lima tahun lagi. Hal itu bisa berawal dari kepunahan ekosistem, di mana harimau yang tersisa tidak memungkinkan lagi untuk berkembang biak," kata Koordinator Monitoring Perdagangan Satwa WWF Riau, Osmantri.

Ancaman dari hilangnya habitat dan perburuan tidak sebanding dengan kemampuan harimau untuk berkembang biak. Seekor harimau betina diperkirakan bisa hidup di alam liar selama 15 tahun.

Indonesia bersama 13 negara Asia mencanangkan program peningkatan populasi harimau. Jumlah harimau di Indonesia diperkirakan tinggal 300 ekor. Jumlah yang sedikit ini, menurut Profauna Indonesia disebabkan salah satunya karena lahan hidup yang makin sempit untuk harimau-harimau tersebut.


Last Updated ( Tuesday, 09 February 2010 09:04 )  

Add comment