Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama meminta para pemimpin dunia mendahulukan masalah pemanasan global daripada kepentingan masing-masing negara. Ia mengatakan, para politisi harus memfokuskan energinya untuk mencari solusi perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan pemenang Nobel perdamaian itu saat berkunjung ke Australia.
“Biasanya para politisi mendahulukan kepentingan nasional atau kepentingan ekonominya baru kemudian masalah perubahan iklim. Ini harus diubah, perubahan iklim dunia harus menjadi urusan nomor satu,” kata Dalai Lama.
Dalai Lama hadir di Australia untuk merayakan 20 tahun hadiah Nobel yang diraihnya pada 10 Desember mendatang. Ia akan menanam pohon dan berbicara dengan tokoh-tokoh yang peduli pada perubahan iklim.
Ia mengaku tidak bisa memprediksi keputusan yang akan muncul dalam pertemuan di Kopenhagen Desember nanti. Namun ia mendukung setiap usaha untuk menyelematkan bumi ini.
Australia adalah salah satu negara penghasil karbon dioksida per kapita terbesar di dunia karena masih mengandalkan penggunaan batu bara. Negara itu juga menjadi salah satu yang paling rentan dengan perubahan iklim.
Perdana Menteri Kevin Rudd menempatkan masalah perubahan iklim sebagai prioritas pemerintahannya, dan berharap undang-undang lingkungan yang kini dibahas parlemen bisa menjadi contoh negara-negara lain.
Pemerintah Australia akan mengenakan pajak tinggi kepada industri penghasil carbon mulai tahun 2011. Pemerintah juga berusaha menekan emisi karbon sebesar 25 persen dibawah level 2000 pada tahun 2020 jika ada kesepakatan dalam pertemuan di Kopenhagen, Denmark bulan depan.
Sumber: AFP










