Home Berita Terkini Perjuangan Greenpeace Menjaga Iklim Dunia (selesai)

Perjuangan Greenpeace Menjaga Iklim Dunia (selesai)

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Di kamp, anak-anak warga Teluk Meranti yang berkunjung ke kamp bermain-main. Namun, orang-orang tua mereka bersiaga. Kabar kencang berhembus, warga yang menolak Greenpeace akan menyerbu.

Dipimpin oleh Lurah Teluk Meranti, Hasan dan Wakil Kepala Kepolisian Pelalawan, Ari Donny, warga yang  menolak Greenpeace beraksi. Negosiasi pun dilakukan.

Lurah Teluk Meranti, Hasan mengatakan, kamp Greenpeace ini tidak mendapat izin.

“Masyarakat tidak senang. Ini kampung ladang, bukan untuk jaga hutan, Kalau mau buat negara dalam negara silahkan, mau buat kampung dalam kampung silahkan, tapi nanti risiko,” ancam Hasan.

Menurut pemimpin massa, Muslim, Greenpeace tidak berhak membangun kamp di tempat itu.

“Tau-tau mereka tiba-tiba bikin bangunan di sini. Kami tidak periksa KTP mereka. Tapi mereka orang-orang luar. Mereka laki-laki dan perempuan di sini apakah muhrim? Kami merasa citra agama kami terganggu,” kata Muslim.

Seorang tokoh masyarakat yang mendukung Greenpeace, Rustam mengatakan, masyarakat yang datang mendemo ini sudah dibayar.

“Dia itu sudah memojokkan Greenpeace dan masyarakat. Masyarakat yang demo itu sebagian sudah dibayar. Entah uangnya dari mana, tapi kita rasa dari perusahaan, 200 ribu per orang,” katanya.

Rustam juga yakin lurah Teluk Meranti sudah disuap oleh pihak perusahaan untuk menolak greenpeace.

Penolakan warga dibarengi dengan petisi yang ditandatangani 104 warga. Johnny Rusdi mengaku namanya dicatut. Ia tak pernah tanda tangan.

Demo pun terus berlangsung, hingga akhirnya diadakan musyawarah antara pemimpin demo dengan aktivis  Greenpeace.

Sebenarnya, musyawarah ini berhasil meyakinkan kelompok masyarakat yang menolak greenpeace. Namun, tiba-tiba Kepala Kepolisian Pelalawan, Ari Rahman Nafarin datang. Kapolres tetap meminta kamp dibubarkan.

Kapolres Pelalawan, Ari Rahman Nafarin mengakui, keputusan untuk membubarkan kamp ini setelah muncul desakan dari Kepolisian Riau dan Mabes Polri.

Atas perintah kepolisian itu, dan untuk menghindari bentrokan antarmasyarakat, Greenpeace mengalah.

“Masyarakat yang tadinya berdemo, setelah diberi penjelasan akhirnya meninggalkan tempat. Yang tersisa hanya dua orang, dan sebagian yang datang itu tidak tahu apa-apa. Kalau mau dibilang meresahkan, siapa yang meresahkan? Kami tahu bahwa perusahaan bermain, info yang kami terima begitu, menghasut masyarakat, Greenpeace mengambil keputusan yang sangat berat untuk meninggalkan tempat ini,” kata Juru kampanye hutan Greenpeace, Bustar Maitar.

Namun, esok harinya situasi kembali berubah. Ratusan warga Teluk Meranti datang ke kamp dan meminta kamp tetap berdiri. Setelah berkoordinasi dengan kepolisian, akhirnya Greenpeace memutuskan Kamp Penjaga Iklim ini tetap akan beroperasi, meski perlawanan terhadap perjuangan melawan perusakan hutan masih akan muncul kemudian hari.

 

Last Updated ( Monday, 23 November 2009 09:07 )  

Add comment