Home Berita Satwa Langka Pembantaian Harimau Sumatera Masih Terjadi

Pembantaian Harimau Sumatera Masih Terjadi

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

http://www.theage.com.au (Photo: James Boddington)Tiga ekor Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) mati dibantai warga. Kejadiannya terjadi di Indragiri Hilir, Riau. Harimau itu sengaja diburu setelah memakan ternak warga. Dengan memasang jerat, harimau itu diburu, dibunuh lalu dikuliti. Bagian tubuh lainnya diperjualbelikan. Hal ini menambah daftar panjang konflik manusia dan harimau Sumatera.

Menanggapi situasi konflik tersebut,  Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Rachman Sidik mengungkapkan, pihaknya telah membentuk satu tim khusus untuk menyelidiki kematian tiga ekor harimau di Indragiri Hilir.

Hal itu disampaikannya kepada KBR68H, dalam acara Sarapan Pagi.

KBR68H: Sudah ada hasil dari tim khusus, atas kematian harimau ini?

RS (Rachman Sidik): Kita sudah menyita beberapa barang bukti, termasuk harimau yang ditinggalkan di tempat kejadian.

KBR68H: Apa penyebabnya kematiannya?

RS: Belum ada laporan lengkapnya. Namun dari sitaan tersebut, kita pastikan itu akan berlanjut kepada penegakan hukum bagi pelaku. Saat ini, kita pun sudah bekerjasama dengan penegak hukum yang ada.

KBR68H: Langkah-langkah yang akan dilakukan oleh tim khusus dalam menyelidiki kasus ini?

RS: Kita telah meminta keterangan dari saksi-saksi yang kita anggap layak dan mengetahui kejadian itu. Karena ini proses hukum, maka semuanya akan ditelusuri hingga mendapatkan kepastian soal kematian tiga satwa itu.

KBR68H: Di Jambi, mangsa harimau adalah pelaku illegal logging. Di Riau, terjadi hal yang sama?

RS: Modusnya mungkin mirip. Tidak hanya illegal logging, tapi sudah perambahan hutan. Perambahan itu membuat harimau merasa terganggu. Setahu saya, harimau itu hanya akan menyerang manusia jika merasa dirinya terancam. Sehingga, kini kita dihadapkan oleh pilihan siapa korban sebenarnya, manusia atau harimau.

KBR68H: Apa yang akan dilakukan BKSDA, agar hubungan manusia dan harimau harmonis?

RS: Kita tetap melakukan penyuluhan kepada warga. Menerangkan harimau adalah satwa yang dilindungi dan bagian dari kekayaan alam, sehingga yang harus dipertahankan. Kita sering melakukan penjelasan itu ke masyarakat. Tapi saya rasa ada iming-iming tertentu mengapa mereka tetap melakukan penjeratan kepada harimau itu.

KBR68H: Berarti, hal ini sejalan dengan dugaan Walhi Riau. Mereka menyebutkan terkait penjualan kulit harimau yang harganya sangat mahal?

RS: Iya, betul itu. Sebenarnya, saya melihat masyarakat lokal itu baik, terkecuali mereka yang sudah diiming-imingi itu.  Namun, semua kecenderungan atau modus itu, akan kita telusuri.

 

Last Updated ( Tuesday, 07 April 2009 09:19 )  

Add comment