Home Traveling Eco-tourism Kakatua Seram Di Manusela

Kakatua Seram Di Manusela

E-mail Print PDF

Taman Nasional Manusela dinyatakan sebagai taman nasional oleh Menteri Pertanian tahun 1982 dengan luas 189.000  hektar. Secara administratif pemerintahan berada pada Kecamatan Wahai dan Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah.

Taman Nasional Manusela merupakan kawasan pegunungan yang relatif masih dalam keadaan baik dengan ketingian antara 0 hingga 3.027 meter dari permukaan laut dengan kemiringan 30 -60%.

Para pelancong sering mengunjungi Taman Nasional ini khususnya di lembah Manusela dan kawasan datar Lilialy Plain, di mana tanahnya masih sangat subur. Di sinilah tumbuh beberapa sayuran termasuk kobis dan seleri yang lebih dikenal oleh bangsa barat. Di beberapa bagian tertentu pulau ini masih diijinkan untuk berburu. Ribuan babi hutan maupun spesies burung dan kupu-kupu masih bisa ditemukan di kawasan hutan perawan di pulau ini.

Sekitar 117 jenis burung terdapat di Taman Nasional Manusela, Burung kakatua seram merupakan salah satu satwa endemik Pulau Maluku, keberadaannya terancam punah di alam akibat perburuan liar, perusakan dan penyusutan habitatnya.

Masyarakat desa Manusela, Ilena Maraina, Selumena, dan Kanike, merupakan kantong permukiman  di dalam kawasan Taman Nasional Manusela. Masyarakat tersebut telah lama berada di desa-desa tersebut, dan percaya bahwa gunung-gunung yang berada di taman nasional dapat memberikan semangat dan perlindungan dalam kehidupan mereka. Kepercayaan mereka secara tidak langsung akan membantu menjaga dan melestarikan taman nasional.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

Tepi Merkele, Tepi Kabipoto, Wae Kawa. Menjelajahi hutan, panjat tebing, pengamatan satwa/tumbuhan.

Pasahari. Pengamatan satwa rusa dan burung.

Wai Isal. Berkemah, menjelajahi hutan, pengamatan satwa/tumbuhan.

Pilana. Pengamatan kupu-kupu dan menjelajahi hutan.

Gunung Binaya. Pendakian, menjelajahi hutan dan air terjun.

Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Masohi pada bulan November, perlombaan Kora-kora pada bulan April dan Darwin-Ambon International Yacht pada bulan Juli di Ambon.

Musim kunjungan terbaik: bulan Mei s/d Oktober setiap tahunnya.



Sumber: www.dephut.go.id

 

Last Updated ( Monday, 25 January 2010 10:22 )  

Add comment


Security code
Refresh

Green Partners

 

 

 

           

 

             

 

 

« < March 2010 > »
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3