Home Technology Science OCO-2, Satelit Pemantau Karbon

OCO-2, Satelit Pemantau Karbon

E-mail Print PDF

Badan antariksa Amerika Serikat NASA akan meluncurkan satelit pemantau karbon untuk menggantikan satelit serupa yang hilang tahun lalu. Satelit ini akan mampu mengukur emisi karbon dioksida yang dihasilkan perkotaan dan pembangkit listrik.

Satelit pertama hilang pada Februari 2009 saat roket pendorong gagal berfungsi dengan baik dan satelit itu jatuh ke samudera Pasifik. Hilangnya satelit ini sempat mengecewakan para ilmuwan yang berusaha mengetahui kemampuan bumi menyerap dan menghasilkan karbon dioksida. Setengah jumlah karbon dunia saat ini dihasilkan sejak revolusi industri dan mengendap berpuluh-puluh tahun di atmosfer.

“Presiden Obama memandang misi ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan dan untuk memahami perubahan iklim yang sedang terjadi,” kata ilmuwan NASA Edward Weiler.

Setelit pengganti yang diberi nama OCO-2 diperkirakan akan mengorbit pada Februari 2013.

Saat ini hanya satelit Jepang GOSAT yang berada di orbit untuk memantau tingkat karbon dioksida di bumi. Namun satelit yang diluncurkan Januari 2009 ini tidak mampu melihat wilayah secara detil.

Sementara OCO-2 mempunyai kamera yang mampu mengintip  hingga tiga kilometer persegi, sehingga bisa memotret kota atau pembangkit listrik.

OCO-2 akan mengorbit di sekitar kutub bumi dan mengirimkan laporan seputar kondisi atmosfer setiap bulan. Laporan dari satelit ini bisa menjadi pembanding bagi data-data emisi karbon yang dimiliki tiap negara.



Sumber: New Scientist

 

Last Updated ( Wednesday, 10 February 2010 17:02 )  

Add comment


Security code
Refresh

Green Partners