Home Teknologi Science Kompor Bahan Bakar Biji Jarak

Kompor Bahan Bakar Biji Jarak

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Eko Widaryanto,  dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur berhasil menciptakan kompor yang menggunakan energi biji jarak. Kompor ini dapat menjadi alternatif warga untuk beralih dari penggunaan kompor berbahan baku minyak tanah atau gas.

Eko mengatakan, setelah adanya program konversi dari minyak ke gas banyak pabrik pembuat kompor yang gulung tikar. Kemudian Eko punya ide untuk memodifikasi kompor minyak menjadi kompor berbahan bakar biji jarak.

Tujuannya, kata Eko, untuk memberdayakan lagi pabrik-pabrik kompor itu. Selain itu juga memanfaatkan energi terbarukan yang sudah ditanam masyarakat. Kompor jenis ini juga akan dikembangkan untuk bahan bakar nabati lainnya.

Kompor  ini telah diujicoba. Api kompor itu mampu menghasilkan nyala berwarna biru, dibandingkan dengan kompor yang menggunakan bahan bakar gas atau minyak tanah.

“Untuk menyalakan kompor selama dua jam perlu biji jarak sebanyak 250 gram. Jika dihitung satu kilo jarak pagar hanya seribu rupiah, maka akan sama dengan nyala kompor selama 6 jam. Lebih murah dibandingkan penggunaan minyak tanah,” katanya.

Eko menambahkan, tampilan kompor yang diberi nama UB-16 dan UB-16-S ini sama dengan kompor minyak tanah biasa, sehingga masyarakat sudah terbiasa menggunakannya. Bedanya hanya sumber apinya saja. Kompor ini juga tidak memiliki sumbu. Nyala api diatur dengan memanfaatkan sirkulasi udara.

“Jadi tidak usah diolah. Kompor kita buka kemudian biji jarak dimasukkan, kemudian diberi pemicunya seperti spirirus, kompor itu sudah bisa menyala. Api kompor bisa dikecilkan atau dibesarkan dan pastinya tidak meledak,” tambah Eko.

Eko menjual kompor ini dengan harga  50 ribu hingga 75 ribu rupiah. Dia mengaku hingga saat ini banyak pesanan datang dari luar pulau Jawa. Seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur, serta Nusa Tenggara Barat hingga Timor Leste. Dia juga sudah mempresentasikan kompor ini di Cina Juli lalu.

Last Updated ( Friday, 13 August 2010 08:31 )  

Add comment