Prestasi membanggakan baru-baru ini datang dari Tim Institut Teknologi Surabaya (ITS). Mobil Sapu Angin 2 yang dibuat mahasiswa ini mencatat rekor mobil teririt dengan jarak tempuh lebih dari 200 kilometer setiap satu liter bensin.
Mobil prototip futuristik ini meraih gelar Combution Grand Prize dan Gasoline Fuel Award di Arena Sirkuit Sepang, Kuala Lumpur, Malaysia 8-10 Juli lalu. Kedua penghargaan tersebut masuk dalam kategori konsep urban.
Selain Indonesia, kompetisi tersebut diikuti wakil Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Tiongkok, Pakistan, India, Filipina, dan Iran. Total, ada 81 tim yang berlaga dalam helatan itu. Indonesia mengirim sembilan tim. Mereka berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan ITS.
Manajer Sapu Angin 2 ITS Galih Priyo Atmojo, menuturkan kemenangan tersebut ditopang kelebihan mobil yang bobotnya ringan
“Jadi keunggulannya pada bobot mobil yang ringan lebih dari 90 kg dan kami juga mencari hambatan ban yang sangat kecil dengan tapak yang ringan sesuai regulasi,” kata Galih.
ITS memiliki dua mobil yang diberi nama Sapu Angin 1 dan 2. Sapu Angin 1 adalah mobil contoh futuristik mirip gokart dengan target satu liter bensin untuk jarak tempuh 1.000 kilometer. Sedangkan, mobil Sapu Angin 2 mirip mobil roda empat yang konvensional, namun hanya berisi 1-2 penumpang dengan target satu liter bensin untuk jarak tempuh 300 kilometer. Sebenarnya, Sapu Angin 1 yang ditargetkan menjadi juara.
“Ketika Sapu Angin 2 diinspeksi masih ada masalah karena antara penumpang dan ruang mesin mesti diisolasi, asap tak boleh masuk ruang pengemudi. Sapu angin 1 masalah pada rem,” tambah Galih.
Menurut Galih, mobil Sapu Angin 2 akan terus diikutsertakan dalam berbagai perlombaan mobil irit dan ramah lingkungan. Dimasa datang, kata Galih, mobil ini dapat diproduksi secara massal.










