Home Kabar LSM Siaran Pers Siaran Pers Delegasi Republik Indonesia

Siaran Pers Delegasi Republik Indonesia

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF
 

Siaran Pers

Delegasi Republik Indonesia

 

11 Special Session of the UNEP Governing Council/Global Ministerial Environment Forum dan Simultaneous Extraordinary Conference of the Parties (ExCOP) Basel, Rotterdam, and Stockholm Conventions

 

Hari Kedua ExCOPs

 

Bali, 23 Februari 2010, memasuki hari kedua pertemuan Simultaneous Extraordinary Conference of the Parties (ExCOPs) Basel, Rotterdam and Stockholm Conventions, telah dilakukan berbagai rangkaian pertemuan seperti, Open-Ended Joint Working Group dan Contact Groups yang membahas tentang Joint Activities, Review Mechanism dan Joint Managerial Functions. Pada umumnya semua persidangan berjalan sesuai harapan. Duduk sebagai co-chair pada Contact Groups Joint Managerial Functions adalah Indonesia dan Australia. Indonesia sebagai negara berkembang pada prinsipnya menekankan bahwa tidak ada penambahan kontribusi dari hegara berkembang dan selalu mengedepankan prinsip 3E, yaitu efektif, efisien dan ekonomis. Selain daripada itu, posisi tawar Indonesia sebagaimana Negara berkembang lainnya adalah mengacu pada Prinsip 7 Deklarasi Rio yang menekankan bahwa setiap negara anggota memiliki kesamaan namun dengan tanggung jawab berbeda (common but differentiated responsibilities).

 

 

Disamping itu Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS mengadakan pertemuan bilateral dengan Minister State Secretary Swiss Bruno Oberle, yang membicarakan mengenai isu perubahan iklim.

 

Pada hari ini juga akan diselenggarakan Pertemuan Tingkat Menteri Negara-Negara Hutan Tropis (Forest Eleven – F 11) di Nusa Dua. F-11 beranggotakan Negara-negara pemilik lebih dari setengah hutan tropis global, yakni Brazil, Gabon, Kosta Rika, Kongo, Kamerun, Kolombia, Malaysia, Papua Nugini, Peru, Republik Demokratik Kongo dan Indonesia. Pertemuan ini akan dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri dan Menteri Kehutanan Republik Indonesia.

 

Agenda utama pertemuan ini adalah diskusi mengenai pandangan ke depan mengenai kerjasama F-11 di masa mendatang dan peluncuran website dan proyek-proyek konkrit F-11. F-11 merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia yang dilontarkan disela-sela High-Level Event on Climate Change di New York tanggal 24 September 2007. F-11 bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan yang efektif dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan (sustainable forest management atau SFM) guna mengatasi tantangan deforestasi, konservasi hutan dan konservasi keanekaragaman hayati melalui “koalisi” sebelas negara pemilik hutan hujan tropis. Pertemuan New York tersebut menghasilkan Joint Statement Tropical Rainforest Countries Leaders yang pada pokoknya berisi komitmen untuk mengedepankan SFM guna mendukung pencapaian pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan serta membantu upaya dunia memerangi dampak buruk dari perubahan iklim.

 

Informasi lebih lanjut :

·         Rasio Ridho Sani, Asisten Deputi Urusan Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Pertambangan, Energi dan Migas , Kementerian Lingkungan Hidup, telp: 08121924334, This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

·         Tri Tharyat, Kasubdit Direktorat Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup,Kementerian Luar Negeri, telp: 021-3848626, This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

 

Last Updated ( Tuesday, 23 February 2010 17:18 )  

Add comment