Home NGO Update

NGO

Siaran Pers Delegasi Republik Indonesia

 

Siaran Pers

Delegasi Republik Indonesia

 

11 Special Session of the UNEP Governing Council/Global Ministerial Environment Forum dan Simultaneous Extraordinary Conference of the Parties (ExCOP) Basel, Rotterdam, and Stockholm Conventions

 

Hari Kedua ExCOPs

 

Bali, 23 Februari 2010, memasuki hari kedua pertemuan Simultaneous Extraordinary Conference of the Parties (ExCOPs) Basel, Rotterdam and Stockholm Conventions, telah dilakukan berbagai rangkaian pertemuan seperti, Open-Ended Joint Working Group dan Contact Groups yang membahas tentang Joint Activities, Review Mechanism dan Joint Managerial Functions. Pada umumnya semua persidangan berjalan sesuai harapan. Duduk sebagai co-chair pada Contact Groups Joint Managerial Functions adalah Indonesia dan Australia. Indonesia sebagai negara berkembang pada prinsipnya menekankan bahwa tidak ada penambahan kontribusi dari hegara berkembang dan selalu mengedepankan prinsip 3E, yaitu efektif, efisien dan ekonomis. Selain daripada itu, posisi tawar Indonesia sebagaimana Negara berkembang lainnya adalah mengacu pada Prinsip 7 Deklarasi Rio yang menekankan bahwa setiap negara anggota memiliki kesamaan namun dengan tanggung jawab berbeda (common but differentiated responsibilities).

Last Updated ( Tuesday, 23 February 2010 17:18 )

 

Siaran Pers Delegasi Republik Indonesia

 

Siaran Pers

Delegasi Republik Indonesia

 

11 Special Session of the UNEP Governing Council/Global Ministerial Environment Forum dan Simultaneous Extraordinary Conference of the Parties (ExCOP) Basel, Rotterdam, and Stockholm Conventions

 

Pembukaan Simultaneous Extraordinary Conference of the Parties (ExCOPs) Basel, Rotterdam and Stockholm Conventions

 

Bali, 22 Februari 2010, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS secara resmi membuka Pertemuan Simultaneous Extraordinary Meetings of the Conference of Parties to the Basel, Rotterdam and Stockholm Conventions (ExCOPs) pada pukul 09.30 WITA.  Pertemuan ini berlangsung sampai dengan tanggal 24 Februari 2010 dan dihadiri oleh sekitar 1200 peserta dari 140 negara. Untuk pertama kalinya, upaya penanganan bahan kimia dan limbah berbahaya dilaksanakan dengan pendekatan life cycle approach.

Last Updated ( Tuesday, 23 February 2010 10:45 )

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 22