Aliansi Rakyat untuk Sungai Citarum mendesak pemerintah menerapkan hukuman bagi pembuang sampah ke Sungai Citarum, Jawa Barat. Menurut Data Aliansi Rakyat untuk Sungai Citarum, perilaku masyarakat dan industri yang membuang sampah ke sungai menjadi penyebab tercemarnya Sungai Citarum.
Aktivis Aliansi Rakyat untuk Citarum, Arimbi Heroepoetri, mengatakan sampai saat ini sanksi bagi pembuang sampah ke sungai memang belum ada.
“Tidak pernah terdengar orang buang sampah dihukum, jadi didiamkan saja. Cuma lihat ada foto sampah besar, tapi tidak ada tindakan lain. Level sungai kan yang buang sampah bukan hanya rumah tangga, tapi juga industri. Satu saat yang sama misalnya sebagai sungai, dia diambil airnya untuk kebutuhan industri,” kata Arimbi Heroepoetri.
pemerintah Jawa Barat membutuhkan waktu sekitar 15 tahun untuk memperbaiki Sungai Citarum yang disebut-sebut sebagai Sungai tercemar di dunia. Langkah yang diambil pemerintah Jawa Barat antara lain peningkatan kualitas air, sanitasi, dan konservasi hutan di sekitar Citarum.










