Tujuh kecamatan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami krisis air bersih. Tujuh kecamatan itu, diantaranya Praya Timur, Pujut, Praya Barat, Praya Barat Daya, Janapria, dan Jonggat.
Kondisi ini menyebabkan masyarakat setempat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Masyarakat saling berebut saat empat mobil tangki berisi 5000 liter air bersih datang ke dusun mereka. Akibatnya masih banyak warga yang belum mendapat jatah air.
Daerah yang mengalami krisis air bersih itu berada di daerah terpencil yang sulit dijangkau dengan kondisi jalan berdebu. Salah satunya adalah Dusun Kelongkong, Desa Bilelando, Kemacatan Praya Timur.
Warga di dusun itu harus membayar 3000 rupiah untuk seember air bersih. Jika tidak punya uang, warga harus berjalan sejauh tiga kilometer untuk mendapatkan air.
Kepala Bidang Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB, Rusli mengatakan, bantuan distribusi air ini tidak akan menyelesaikan masalah selama tidak ada upaya untuk menjaga potensi mata air di NTB.
“Bantuan air yang kita datangkan ini bisa sampai dua kali, tetapi tidak akan menuntaskan krisis air ini. Yang penting adalah melindungi sumber air yang masih ada,” kata Rusli.
Sementara itu, Kepala Dusun Lentek I, Amaq Indun menjelaskan dalam dua bulan terakhir ini krisis air mulai dirasakan masyarakat. Air sumur mulai kering dan sungai pun tak dapat menyediakan air bersih untuk kebutuhan masyarakat. Kondisi ini semakin parah terjadi hampir setiap tahun.










