Pemerintah mengeluarkan Peta Bahaya Gempa Indonesia 2010. Menurut Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Priyadi Kardono, peta dibuat oleh tim yang melibatkan sembilan ahli gempa. Mereka antara lain berasal dari BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Priyadi menjelaskan dalam peta baru ini memuat skala daerah bahaya gempa dengan lebih detail dibanding peta lama yang dikeluarkan 8 tahun silam.
“Sumber gempa dibuat lebih detail misalnya saat gempa di Yogya beberapa tahun lalu, berhasil mendata hal hal baru yang terkait dengan sumber gempa,” kata Priyadi.
Priyadi Kardono menambahkan, peta bahaya gempa akan segera disosialisasikan ke kepala daerah. Mereka diharapkan segera menyiapkan langkah antisipasi agar bencana gempa tak menimbulkan banyak jatuh korban jiwa.
Dalam peta baru ancaman gempa tersebut memuat daerah-daerah yang rawan gempa termasuk di Jakarta, Jawa, dan Sumatera. Meski demikian, Tim penyusun peta bahaya gempa menganggap masih ada kekurangan dalam peta ini. Antara lain, masih sedikitnya sesar aktif yang bisa diidentifikasi laju gesernya serta perioda ulang gempa dan maksimum magnitudenya.










