Badan Konservasi Red List Eropa menyatakan kupu-kupu, kumbang, dan capung yang hidup di kawasan Eropa semakin terancam punah.
Menurut data yang didapat oleh Komisi Eropa, hampir sepertiga populasi dari 435 spesies kupu-kupu di Eropa telah berkurang dan sembilan persennya terancam punah. Di antaranya adalah jenis Madeiran Large White Butterfly dan Macedonian Grayling Butterfly yang habitatnya telah berkurang akibat kegiatan penggalian.
Tak hanya kupu-kupu, ternyata keberlangsungan kumbang saphroxylic dan capung juga terancam. Hidup kumbang saphroxylic sangat bergantung pada kayu busuk dan ia memiliki peran penting dalam proses daur ulang nutrisi.
Sebanyak 11% dari 431 spesies saphroxylic terancam punah secara global. Ancaman jangka panjang bagi kumbang ini adalah hilangnya habitat mereka akibat penebangan pohon, terutama pohon-pohon tua.
Sementara itu, capung dengan jumlah terbanyak berada di selatan Prancis, sebanyak 14% dari 130 spesiesnya berisiko punah dan 5%-nya terancam punah akibat pemanasan global. Adapun 11%-nya di seluruh Eropa terancam hampir punah. Peningkatan suhu udara pada musim panas dan musim dingin disertai ekstraksi air untuk minum dan irigasi membuat habitat capung di lahan basah cenderung mengering.
Para ilmuwan memperingatkan kepunahan spesies-spesies di atas akan berpengaruh pada ekosistem Eropa di masa depan.
Sumber: AFP










