Kemiskinan di Pulau Kalimantan meningkat akibat kegiatan tambang batu bara di sejumlah daerah di pulau itu. Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Siti Maemunah mengatakan, hingga 2009 angka kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur saja sudah mencapai 30 ribu kepala keluarga.
Kegiatan tambang, tambah Siti Maemunah, telah merusak alam sehingga masyarakat tidak bisa lagi memanfaatkan hasil alam dan akhirnya harus terusir dari tempat tinggal mereka.
“Kita tahu batu bara kita di ekspor ke 14 negara. Jadi sekitar 70-80 persen batu bara Indonesia di eskpor, hanya dua persen yang dipake untuk kebutuhan listrik di Kalimantan. Bahkan Kalimantan Tengah dan Selatan berbagi listrik,” kata Siti Maemunah.
Ia menambahkan, kegiatan tambang di Kalimantan juga telah menurunkan kualitas kesehatan masyarakat setempat. Penderita penyakit infeksi saluran pernafasan atas di Kabupaten Kutai Barat meningkat karena tambang batu bara menghasilkan puluhan ton debu setiap harinya. Katanya, jumlah penderita ISPA di kabupaten itu meningkat hingga 7000-an setiap tahunnya.






