Home Berita Terkini Ikan Mati Karena Perubahan Iklim

Ikan Mati Karena Perubahan Iklim

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Penyebab matinya ribuan ton ikan milik petani keramba di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat  disebabkan perubahan iklim dan banyaknya jumlah keramba di danau tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat Yosmeri mengatakan, saat ini jumlah keramba di danau mencapai hampir 1000 buah. Jumlah ini menurut Yosmeri sudah terlalu banyak. Karena itu, saat datangnya musim hujan atau badai petani keramba diminta tidak memaksakan melakukan kegiatannya karena bisa berdampak buruk bagi ikan.

“Terjadinya perubahan iklim yang signifikan musim hujan, badai tiap tahun, karena itu tidak melakukan merambah karena bisa antisipasi, tapi tidak semua masyarakat bisa diharapkan,” kata Yosmeri.

Sementara itu,  Peneliti air dari Pusat Penelitian Limnologi LIPI Muhammad Fachruddin mengatakan, sisa pakan ikan yang mengendap di keramba akan membusuk sehingga mengurangi oksigen bagi ikan. Dengan demikian, ikan yang  berada didalam keramba akan mudah mati.

“Sisa pakan itu mengendap ke bawah terjadi pembusukan ini menyebabkan kandungan oksigennya sangat rendah dan ikan perlu oksigen dan itu menjadi penyebab kematian hewan itu.”

Ribuan ton ikan milik petani keramba di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat mati mendadak. Kematian ikan massal ini terjadi sejak Februari lalu hingga kini. Total mencapai lebih dari 1.000 ton. Diduga ikan mati karena keracunan sisa pakan ikan dan belerang. Petani diperkirakan merugi hingga 10 miliar rupiah.

 

Last Updated ( Friday, 19 March 2010 11:51 )  

Add comment