Home Ramah Lingkungan Sampah Recycle Bahaya Sampah Plastik (selesai)

Bahaya Sampah Plastik (selesai)

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Di beberapa toko ritel, mulai bisa dijumpai kantong plastik yang ramah lingkungan. Atau menjual kantong belanja berbahan kain. Ada juga toko yang menjual satu kantong plastik ukuran layar televisi 21 inchi dengan harga lebih dari 10 ribu rupiah.

Pakar Manajemen Sampah, Sri Bebassari mengatakan, berbagai riset terus dilakukan untuk membuat kantong plastik ramah lingkungan.

“Sebetulnya ada dua macam, ada bio-degradable dan oxium. Bio-degradable ini dibuat dari singkong. Singkong kan banyak di Indonesia. Kalau yang oxium ini ada penambahan oksidasi sehingga terurai lebih cepat. Indomaret pakai oxium, Century oxium, Kemchick pakai yang dari singkong ya. Di sini kan ditulis ada yang 1000 tahun, ada yang 500 tahun, tapi yang ini bisa 24 bulan, berarti kan 2 tahun,” katanya.

Kehadiran kantong plastik ramah lingkungan diyakini bisa ikut mendidik masyarakat untuk mengurangi penggunanaan plastik. Artinya, kata Sri Bebassari, produsen ikut mendidik konsumen.

Di negara-negara maju seperti Jepang dan Eropa disediakan dropping box tempat mengumpulkan kemasan-kemasan plastik yang sudah tidak terpakai. Tapi belum di Indonesia, yang memilah sampah pun belum dilakukan secara serius.

Rasanya kita perlu banyak belajar dari waga Depok, Bibong Widyarti, yang sudah 5 tahun terakhir menjalani gaya hidup non-plastik.

“Yang saya jalanin sehari-hari kalau belanja saya bawa tas sendiri dari rumah. Bukan tas plastik. Trus saya kurangi konsumsi produk-produk kecil yang memakai kemasan plastik. Saya mulai juga bawa kardus untuk barang yang banyak. Memang agak repot,” katanya.

Kebiasaan ini ditiru Bibong dari keluarganya. Semula Bibong menerima banyak penolakan lantaran membawa tas sendiri setiap kali belanja.

Butuh langkah kecil untuk memulai sesuatu yang besar. Bibong sudah melakukannya. Begitu juga Maizir dan Tamanto Fajar.

PR yang tersisa adalah memastikan produsen bertanggungjawab atas sampah plastik yang mereka buat, dan akibatnya harus ditanggung bumi kita bersama.


Last Updated ( Monday, 18 January 2010 12:02 )  

Add comment