Home Ramah Lingkungan Healty Life Selamatkan Bumi, Jadilah Vegetarian (3)

Selamatkan Bumi, Jadilah Vegetarian (3)

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Ekonom dan pemerhati lingkungan, sekaligus Ketua  Panel on Climate Change (IPCC), Rajendra Kumar Pachauri,  mengatakan ada tiga kunci untuk melawan pemasan global dan pemborosan energi yakni jangan makan daging, kendarai sepeda, dan jadilah konsumen yang hemat.

Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 2006 tentang peternakan dan lingkungan mengungkapkan bahwa hampir 20 persen  emisi karbon berasal dari peternakan.  Jumlah itu melampaui jumlah emisi gabungan dari semua kendaraan di dunia. Ini berarti, sektor peternakan adalah satu dari dua atau tiga penyumbang terbesar bagi krisis lingkungan yang paling serius dalam setiap skala, mulai dari lokal hingga global.

Menurut Koordinator Bidang Teknologi Pusat Studi Energi Universitas Atmajaya Yogyakarta  yang juga seorang vegetarian, Prasasto Satwiko,  proses penyiapan pakan ternak, pembukaan hutan untuk peternakan,  pengolahan daging di pabrik,  pengangkutan daging dari peternakan ke pasar, hingga kotoran hewan ikut menyumbang terjadinya pemanasan global.

“Bahkan ada yang mengatakan bahwa transport di seluruh dunia dijumlah pun masih kalah banyak dibanding sumbangan gas rumah kaca dari industri peternakan yang sampai 15 persen, kalau semua transport digabung itu hanya 13 persen kita tidak hanya bicara CO2 nya ya, karena pada industri peternakan selain CO2 juga ada methan NH4 yang disebut 21 kali lebih berpotensi dari CO2 dan juga dari pipisnya.. urine itu ada nitro oksida  yang 296 kali lebih jahat dari CO2.”

Data Masyarakat Vegetarian Indonesia, IVS menyebut jumlah ternak di seluruh dunia 3 kali lebih banyak dari manusia. Perinciannya;  sapi 1,5 milyar, domba 1,8 milyar dan ayam yang paling banyak 15 milyar lebih. Ditotal sekitar 19, 7 milyar hewan ternak. Kebayang kan berapa banyak gas metan dari kotoran hewan-hewan itu yang dilepas ke atmosfir.  

Peternakan juga dituding menjadi penyebab utama dari kerusakan tanah dan polusi air. Saat ini peternakan menggunakan 30 persen lahan dari permukaan tanah di bumi. Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia,  Fitrian Ardianyah mengatakan,  pembukaan lahan untuk peternakan telah merusak sebagian hutan di Brazil.

Untuk di Indonesia, tambah Fitrian, kasus perusakan hutan belum terlalu parah, tapi yang perlu diperhatikan adalah kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar peternakan. Seperti misalnya kasus flu burung dan antrax yang pernah terjadi.

Seorang vegetarian, kata ketua IVS, Susianto dapat menghemat  1,5 juta ton karbon dioksida, CO2 dalam setahun. Sementara satu orang yang mengganti mobil biasa dengan  mobil ramah lingkungan  hanya bisa menghemat 1 juta ton gas CO2.  Belum lagi penggunaan lahan untuk perkebunan yang  jauh lebih efektif  ketimbang untuk peternakan.

“Ada data penelitian yang menyebutkan dalam luas 1 hektar tanah kita bisa menghasilkan 20 ribu kilo kentang..20 ton..tapi dalam 1 hektar tanah yang sama hanya menghasilkan 165 kilogram daging sapi..coba bagi deh akan keluar angka 120 koma sekian..artinya apa? seorang vegetarian lebih hemat pemakaian lahan 120 kali dari seorang pemakan daging,” jelas Susianto. Bersambung.


Last Updated ( Tuesday, 29 December 2009 15:09 )  

Add comment


Radio Online