Home Ramah Lingkungan Conservation Hindari Kepunahan, Badak Putih Diterbangkan ke Kenya

Hindari Kepunahan, Badak Putih Diterbangkan ke Kenya

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Empat badak putih langka diterbangkan dari kebun binatang Ceko ke Kenya sebagai upaya untuk mempertahankan hewan itu dari kepunahan. Pakar lingkungan berharap dua pasang badak itu bisa berkembang biak di habitat aslinya di Afrika.

Saat ini hanya ada delapan badak putih yang masih bertahan, semuanya ada di penampungan: enam di Republik Ceko dan dua di Amerika Serikat. Sebelumya ada empat hewan lagi yang hidup di alam liar Afrika namun sudah tidak terlihat lagi sejak 2006.

Hari Minggu (20/12) empat badak dari kebun binatang Dvur Kralove dimasukkan ke kandang dan diterbangkan dengan Boeing 747 ke tempat penampungan Ol Pejeta di Kenya tengah sebagai bagian dari program penyelamatan hewan langka itu.

“Kami berusaha agar hewan itu bisa berkembang biak secara normal dan segera beradaptasi dengan alam liar,” kata direktur kebun binatang Dana Holeckova.

Rob Brett, anggota International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengatakan pemindahan ini merupakan usaha terakhir untuk menyelamatkan binatang itu dan dari kepunahan total.

“Badak putih masuk dalam daftar merah IUCN sebagai spesies yang terancam dan akan segera punah di alam liar,” tambahnya.

Usaha pengembangbiakan di kebun binatang Dvur Kralove hanya menghasilkan satu keturunan dalam 10 tahun. Bayi badak itu lahir pada 2000 lalu.

Kini muncul harapan dengan kembali badak-badak itu ke habitat asilnya di Kenya maka badak betina akan lebih subur dan bisa menarik perhatian badak jantan.

Namun, Asosiasi Kebun Binatang Eropa (EAZA) khawatir hewan-hewan itu tidak mampu lagi beradaptasi dengan alam liar karena sudah bertahun-tahun hidup di dalam kandang. Mereka yang mendukung rencana ini yakin badak-badak itu memiliki ingatan  genetik yang membuat mereka bisa bertahan.



Sumber: BBC News

 

Last Updated ( Thursday, 24 December 2009 11:41 )  

Add comment