Upaya membuat industri peternakan agar lebih ramah lingkungan sayangnya belum menjadi prioritas negara-negara maju. Menurut Fitrian Ardiansyah dari WWF Indonesia, banyak negara masih fokus pada upaya menanggulangi pemanasan global dari sisi penggunaan listrik dan transportasi.
“Yang saya lihat adalah kesadaran sudah ada atau pengetahuan sudah ada tapi mereka mencantumkan beberapa prioritas...prioritas utama adalah tadi karena kuantitas CO2 nya banyak maka pembangkit listrik coba diubah menjadi lebih terbarukan. Kemudian transportasi juga hybrid car dan sebagainya dan industri peternakan baru beberapa tahun terakhir ini diekspos media,” kata Fitrian.
Sementara LSM lingkungan Walhi melihat negara-negara maju masih enggan mengusik industri peternakan yang menjadi salah satu penggerak perekonomian.
“Saya masih melihat bahwa para pemerintah baik dari negara maju dan berkembang masih mencampuradukan dari bagaimana kepentingan penanganan masalah lingkungan dalam hal ini perubahan iklim dengan kepentingan pertumbuhan ekonomi. Ini yang menyebabkan penanganan perubahan iklim tidak serius ditangani dimana kepentingan ekonomi lebih diprioritaskan...lebih diutamakan,” kata Ketua Walhi, Berry Nahdian Forqan.
Sebagai satu dari milyaran penduduk dunia, kita pasti dapat melakukan andil dalam menghemat energi dan mencegah pemanasan global yang sedang terjadi dengan tiga cara yang disampaikan oleh peraih Nobel Perdamaian 2007, Rajendra Kumar Pachauri. Cara mana yang Anda anggap paling tepat bagi diri Anda? Tidak makan daging, kendarai sepeda, atau menjadi konsumen yang hemat?











