Home Bisnis Bisnis Ramah Lingkungan Furnitur Dari Kertas Bekas

Furnitur Dari Kertas Bekas

E-mail Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Banyak cara untuk lebih peduli pada lingkungan. Salah satunya dengan mendaur ulang kertas koran bekas menjadi furnitur yang cantik. Adalah Harso Susanto yang punya ide memanfaatkan kertas-kertas itu. Warga Yogyakarta ini mendirikan Semesta Recycling, label usaha yang mengolah sampah kertas menjadi barang-barang antik dan perabot yang lebih dari sekedar mengagumkan.

Menurut Harso, usahanya ini sudah dirintis sejak 2006. Awalnya dia hanya membuat kertas daur ulang. Ketatnya persaingan membuat Harso harus mencari terobosan baru. Setelah melakukan percobaan selama delapan bulan, akhirnya terciptalah furnitur dari kertas bekas.

Harso hanya memanfaatkan kertas koran, bukan kertas yang digunakan untuk tabloid. Serat untuk tabloid sangat kaku sehingga mudah patah, kata Harso.

“Koran pun sebenarnya tidak semua koran bisa. Seratnya ada yang mudah patah, mudah putus. Misalnya yang paling bagus adalah kertas yang dipakai oleh Kompas. Memang, kertas hasil daur-ulang tak seputih kertas baru, ada guratan serat tak beraturan. Tapi justru tekstur unik itu yang dimanfaatkan,” kata Harso.

Produk andalan dari Semesta Recycling adalah meja kursi. Semuanya disajikan dengan pewarnaan yang menarik serta dibubuhi aksesoris yang sesuai dengan produk yang dibuatnya. Harso menjamin, kursi buatannya tidak mudah rusak.

“Kursinya pernah kita tes dengan beban, maksimal bisa menahan beban 127 kilogram itu untuk orang berdiri. Kalau meja bisa tahan 50-an kilogram,” tambahnya.

Kata Harso, untuk sebuah kursi membutuhkan sekitar 410 koran bekas. Dalam seminggu Semesta Recycling rata-rata membutuhkan 500 kilogram koran. Koran-koran itu didapat dari  pemasok barang yang mengumpulkan kertas-kertas bekas di kawasan Sorowajan. Untuk membuat satu produk diperlukan waktu seminggu hingga 10 hari, tambahya.

Selain menyelamatkan lingkungan, usaha Harso ini juga dapat membuka lapangan kerja baru yang lebih luas. Sebab rata-rata dari karyawannya diambil dari anak jalanan.

Last Updated ( Wednesday, 06 October 2010 12:11 )  

Add comment